การเคลื่อนไหวล่าสุด
common.latest-movements-copy
- มูลค่าตลาด
- US$1.96B
- ปริมาณการซื้อขายใน 24 ชั่วโมง
- US$84.28M
- อุปทานที่หมุนเวียน
- 9.55B GRT
คำถามที่พบบ่อยเกี่ยวกับการซื้อ The Graph (GRT)
- The Graph (GRT) adalah apa itu dan bagaimana cara kerjanya?
- The Graph adalah protokol indeksasi data terdesentralisasi untuk jaringan blockchain. Tujuannya memudahkan pengembang mengkueri data dari berbagai jaringan seperti Ethereum melalui GraphQL. Dengan menggunakan subgraph, aplikasi dapat mengambil data yang dibutuhkan secara efisien tanpa memerlukan server backend terpusat. Token GRT berfungsi sebagai insentif bagi kontributor (indexers, curators, delegators) untuk menyediakan kapasitas, menilai kualitas subgraph, dan memvaksin distribusi kueri di jaringan Graph. Pada intinya, The Graph memetakan data blockchain ke dalam indeks yang bisa diakses dengan cepat oleh aplikasi terdesentralisasi (dApps).
- Bagaimana cara saya berinteraksi dengan The Graph dan menggunakan GRT?
- Untuk berinteraksi dengan The Graph, Anda bisa membeli GRT melalui bursa kripto dan menyimpannya di dompet yang mendukung ERC-20. Kontributor di jaringan Graph menghasilkan imbalan GRT dengan menjalankan node indexer, mengkurasi subgraph, atau dengan mendelegasikan GRT kepada indexer tepercaya. Proses menggunakan GRT secara praktis biasanya melibatkan: (1) memilih subgraph yang relevan dengan aplikasi Anda, (2) berkontribusi stake melalui delegasi jika Anda tidak menjalankan node penuh, atau (3) menggunakan aplikasi yang memanfaatkan subgraph tersebut untuk mendapatkan data secara real-time. Selalu perhatikan biaya gas dan volatilitas harga GRT saat bertransaksi.
- Apa faktor risiko utama terkait investasi dalam GRT?
- Risiko utama termasuk volatilitas harga yang signifikan karena faktor pasar kripto, tingkat adopsi subgraph oleh pengembang, serta risiko teknis seperti kerentanan pada subgraph tertentu atau gangguan jaringan. Selain itu, ada risiko likuiditas tergantung pada volume perdagangan dan faktor kebijakan misalnya perubahan protokol atau pembaruan jaringan. Untuk investor, penting melakukan riset subgraph yang dipakai proyek, memahami mekanisme insentif, serta mempertimbangkan diversifikasi portofolio. Hindari menginvestasikan dana lebih dari yang mampu Anda toleransi kehilangan.
- Bagaimana The Graph mengatur insentif bagi kontributor jaringan?
- The Graph menggunakan model insentif yang melibatkan tiga peran utama: indexers (penyaji node indeks), curators (penilai kualitas subgraph), dan delegators (pemilik GRT yang mendelegasikan staking mereka ke indexers). Indexers menyimpan indeks subgraph dan melayani kueri. Curators menandai subgraph berkualitas untuk meningkatkan visibilitasnya. Delegators membantu meningkatkan keamanan jaringan dengan mentransfer GRT mereka ke indexers tepercaya. Imbalan diberikan dalam bentuk GRT dan bergantung pada kinerja, total stake yang diamankan, dan biaya kueri yang dikenakan. Praktisnya, Anda bisa mendelegasikan GRT jika ingin berpartisipasi tanpa menjalankan node penuh.
- Apa saja contoh kasus penggunaan (use cases) praktis untuk GRT saat ini?
- GRT digunakan sebagai alat insentif untuk menjalankan dan memelihara indeks data blockchain. Kasus praktis termasuk: menyediakan data harga, transaksi, dan aktivitas DeFi dengan latensi rendah untuk dApps; mempercepat kueri data pada aplikasi berbasis Web3 seperti portofolio kripto, analitik on-chain, atau alat integrasi data pada ekosistem NFT; serta menjadi bagian dari infrastruktur data terdesentralisasi yang mengurangi ketergantungan pada server sentral. Bagi pengembang, The Graph memudahkan akses ke data blockchain secara konsisten dan efisien, memungkinkan skala aplikasi yang lebih besar dengan biaya operasional lebih rendah.
